Month: December 2018

7 Hal Yang Dipikirkan Ibu Mertua Dibalik Ramahnya Sifatnya

http://www.atm303.com/promotions.html

Salah satu ujian menikah yaitu beradaptasi dengan mertua. Terlebih, kalau kamu harus tinggal di rumah mertua atau sesekali menginap di sana. Lantaran baru menikah, mau nggak mau kamu harus berdamai dengan momen awkward, lalu mencoba akrab bersama keluarga suami.

Kalau kata orang, momen membahagiakan setelah menikah itu saat kamu dianggap juga sebagai anak kandungnya sendiri. Tapi di balik keramahan dan keterbukaan ibu mertua menerimamu, ada delapan rahasia yang kerap beliau pendam tiap hari. Seperti dalam ulasan berikut ini.

1. “Saya tahu dia sekarang adalah suamimu, tapi dia tetaplah anakku sampai kapan pun”
Hari pernikahan menjadi hari yang sangat menyenangkan bagimu. Hubungan kalian memang telah sah dan direstui kedua keluarga. Tapi sebenarnya di balik senyuman indah ibu mertua kala itu, dalam hatinya terbesit ucapan bahwa “dia sekarang memanglah suamimu, tapi selamanya tetap menjadi anakku sampai kapan pun.” Agen Judi Online

2. “Kamu seperti tidak percaya diri dan setiap komentar dari saya dianggap sebagai kritik. Ah, kalau begitu saya harus lebih hati-hati berkata saat berada di sekitarmu”
Ibu mertua kerap berkomentar berbagai hal. Tak sekadar bahas tentang hidup berkeluarga, tapi juga hal-hal lain yang dia ketahui. Nggak jarang kamu kerap menganggapnya sebagai kritik darinya. Padahal, maksud beliau hanya sekadar sharing saja denganmu. Karena itu, ibu mertua memilih untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata jika sedang di dekatmu.

3. “Bahan masakan atau makanan yang saya kirim ke rumahmu memang diterima. Namun, tak pernah ada basa-basi kecil darimu berterima kasih tentang hal itu”
Kamu tentu senang mendapat kiriman makanan atau dibawakan bahan-bahan masakan oleh ibu mertua. Namun, kamu kerap lupa ucapkan terima kasih kepada beliau. Entah lewat telepon sebentar atau via chat WhatsApp, ibu mertua menunggu-nunggu hal ini, lo. Meski kamu tidak ucapkan, beliau tetap akan mengirimkan makanan atau bahan masakan lainnya untukmu dan anaknya.

http://www.atm303.com/promotions.html

4. “Saya ingin kalian bahagia dan mendapat yang terbaik. Tapi saya tidak akan pernah bilang kalau saya juga ingin bahagia karena tidak ingin membebani kalian”
Senyuman ibu mertua bisa berarti sebuah doa agar kamu dan suami selalu bahagia. Tapi, beliau sebenarnya selalu punya rahasia yaitu ingin bisa bahagia juga. Dia memilih tak ucapkan karena nggak mau kamu dan anaknya merasa terbebani.

5. “Saya memiliki firasat ada suatu hal yang kamu resahkan. Mengapa kamu tidak cerita ke saya? Bagaimanapun saya juga ibumu”
Percayalah kalau sebagai anak, kamu tidak akan pernah menyembunyikan suatu hal kepada orangtua, termasuk ibu mertua. Beliau tidak akan menanyakan, tapi menunggu sampai kamu yang bercerita sendiri. Dia ingin mendengar keluh-kesahmu, lo.

6. “Ketika saya benar-benar ingin berbicara dengan putra saya secara pribadi, maka saya tidak akan menelepon ke rumahmu. Karena saya akan menghubungi nomor ponselnya”
Jangan kaget jika kamu sering melihat daftar orang yang menelepon suamimu ternyata banyak dari ibu mertua. Hal ini lantaran ibu mertua kerap menghubungi anaknya secara pribadi. Karena dia tahu jika ingin bertegur sapa atau menanyakan kabar semua, ibu mertua akan menelepon rumahmu.

7. “Makasi ya sudah mengajak anakku ke rumah saat aku sedang ulang tahun”
Kamu mungkin beberapa kali gengsi ke ibu mertua untuk ucapkan terima kasih kepadanya. Akhirnya, kamu cuma pendam saja tanpa pernah menyatakan langsung. Pun demikian dengan ibu mertua yang juga gengsi mengucapkan kepadamu terima kasih saat anaknya kamu ajak berkunjung ke rumah saat beliau sedang ulang tahun.

No Comments Categories: Uncategorized

Jika Kamu Masih Melakukan 3 Hal Ini Tandanya Kamu Belum Dewasa

http://www.atm303.com/promotions.html

Bagi beberapa orang, usia 26 ialah usia emas-emasnya. Namun untuk sebagian yang lain, umur 26 malah hidup ini baru dimulai. Sudah saatnyaanda serius menjalani kehidupan, walau terkadang keadaan bingung menilai arah masih sering anda rasakan. Tak boleh asal-asalan lagi kali ini, semuanya mesti dipikirkan dengan matang.

Di samping menyimpan kisah tentang ekspektasi yang tak cocok dengan realita, umur 26 pun menyimpan kriteria yang mesti anda penuhi. Perubahan-perubahan kecil mesti anda lunasi, supaya hidupmu lebih baik lagi. Kamu yang sedang berada di umur keramat ini, sudahkah berhentimengerjakan hal-hal yang tidak cukup dewasa ini? Agen Judi Bola

  1. Sudah bukan waktunya anda merepotkan orangtua lagi. Putar kreativitassupaya bisa mengongkosi hidup sendiri

Saat anda sekolah dan kuliah, pasti hidupmu jadi tanggung jawab orang tua. Di masa-masa mula bekerja, barangkali dirasa tak kenapa sedikitmohon subsidi pada orangtua sebab gaji benar-benar cuma dapat sekadar lewat. Namun bila usiamu telah 26, bukan saatnya lagi guna menggantungkan diri pada orangtua. Tiba waktunya anda mandiri, baik secara keputusan ataupun finansial. Bila belum dapat mencukupi keperluan orangtuamu, paling tidak anda tidak lagi merepotkan ataupun menjadi tanggungan bukan? Kreativitas dan etos kerja mesti dipupuk dengan rajin supaya dapat berkembang. Entah tersebut dengan mengerjakan penghematan atau menggali penghasilan tambahan, yang urgen tidak lagi mohon pada orangtua.

  1. Semakin anda dewasa, seharusnya semakin pandai memisahkan kemauan dan kebutuhan. Biar finansial tak lagi keteteran

Supaya bukan lagi merepotkan orangtua, merealisasikan hidup hemat ialah salah satu caranya. Apalagi bila ketika ini eskalasi gaji masih sekadar wacana tak berujung. Dengan berhemat sehemat-hematnya, kamu dapat mencukupi seluruh kebutuhanmu. Siapa tahu juga, masih ada saldo yangdapat kamu kirim ke orang tua. Tapi namanya berhemat pasti tidak mudah.

Pertama-tama anda harus unik garis batas yang jelas antara kemauan dan kebutuhan. Ini penting sebab terkadang muslihat dari diri sendiri menyamarkan kemauan menjadi kebutuhan. Padahal sebetulnya bila tidak dituruti pun anda akan baik-baik saja. Membeli baju bermerek mahal sebulan sekali, ialah keinginan. Uang transport keseharian dan beli sepatu ketika sepatu lama telah tak dapat dipakai lagi, ialah kebutuhan. Kamu mesti mulai belajar mengasingkan dua urusan ini.

  1. Mandiri dengan kata lain tidak menggantungkan diri pada orang lain. Masih ragu-ragu ke mana-mana sendiri sebab takut mati gaya?

Bagimu, jalan ke sebuah tempat sendirian ialah ‘big No’. ‘Tengsin’ dong. Nanti orang-orang memandangmu dengan pandangan prihatin sebab kamudirasakan kesepian dan tidak punya teman. Lagipula, nanti tentu akan mati gaya sebab tidak terdapat orang yang dapat diajak bicara. Bilaanda masih remaja, bergantung pada orang lain laksana ini masih dimaklumi. Dengan dalil enggan takjub sendiri, anda selalu menggali teman ke sana-ke mari.

Namun kini anda sudah 26, masih pun takut bakal mati gaya? Apa-apamenantikan ada temannya, layak bila hidupmu tidak maju-maju. Apakahsebab ini pun kamu selalu tak mau mengemukakan pendapatmu, karena anda tidak inginkan berbeda? Menjadi tua tersebut pasti, menjadi dewasatersebut pilihan. Menjadi dewasa, salah satunya dengan teknik berdiri di atas kaki sendiri. Tak ragu ke mana-mana sendiri, ataupun menyampaikan pendapat walau tidak seluruh orang sepakat.

Usia 26 memang membingungkan. Ada hal-hal yang tak cocok dengan ekspektasimu sebelumnya. Ada hal-hal yang mesti anda relakan sebab kenyataannya tak cocok dengan harapan. Ada keadaan bingung yang mestianda atasi sekaligus nikmati, khususnya soal menggali arah hidup sendiri. Ada yang mesti dirapikan dan ada pun yang mesti diburu setengah mati. Usia 26 memang bukan umur di mana anda tahu segalanya. Namun di angka ini, tidak sedikit hal yang mesti anda perbaiki. Banyakurusan yang mesti dicari, karena anda tidak dapat hidup sekadarnyalaksana yang sebelum-sebelumnya.

 

No Comments Categories: Uncategorized