Month: December 2018

Jika Kamu Masih Melakukan 3 Hal Ini Tandanya Kamu Belum Dewasa

http://www.atm303.com/promotions.html

Bagi beberapa orang, usia 26 ialah usia emas-emasnya. Namun untuk sebagian yang lain, umur 26 malah hidup ini baru dimulai. Sudah saatnyaanda serius menjalani kehidupan, walau terkadang keadaan bingung menilai arah masih sering anda rasakan. Tak boleh asal-asalan lagi kali ini, semuanya mesti dipikirkan dengan matang.

Di samping menyimpan kisah tentang ekspektasi yang tak cocok dengan realita, umur 26 pun menyimpan kriteria yang mesti anda penuhi. Perubahan-perubahan kecil mesti anda lunasi, supaya hidupmu lebih baik lagi. Kamu yang sedang berada di umur keramat ini, sudahkah berhentimengerjakan hal-hal yang tidak cukup dewasa ini? Agen Judi Bola

  1. Sudah bukan waktunya anda merepotkan orangtua lagi. Putar kreativitassupaya bisa mengongkosi hidup sendiri

Saat anda sekolah dan kuliah, pasti hidupmu jadi tanggung jawab orang tua. Di masa-masa mula bekerja, barangkali dirasa tak kenapa sedikitmohon subsidi pada orangtua sebab gaji benar-benar cuma dapat sekadar lewat. Namun bila usiamu telah 26, bukan saatnya lagi guna menggantungkan diri pada orangtua. Tiba waktunya anda mandiri, baik secara keputusan ataupun finansial. Bila belum dapat mencukupi keperluan orangtuamu, paling tidak anda tidak lagi merepotkan ataupun menjadi tanggungan bukan? Kreativitas dan etos kerja mesti dipupuk dengan rajin supaya dapat berkembang. Entah tersebut dengan mengerjakan penghematan atau menggali penghasilan tambahan, yang urgen tidak lagi mohon pada orangtua.

  1. Semakin anda dewasa, seharusnya semakin pandai memisahkan kemauan dan kebutuhan. Biar finansial tak lagi keteteran

Supaya bukan lagi merepotkan orangtua, merealisasikan hidup hemat ialah salah satu caranya. Apalagi bila ketika ini eskalasi gaji masih sekadar wacana tak berujung. Dengan berhemat sehemat-hematnya, kamu dapat mencukupi seluruh kebutuhanmu. Siapa tahu juga, masih ada saldo yangdapat kamu kirim ke orang tua. Tapi namanya berhemat pasti tidak mudah.

Pertama-tama anda harus unik garis batas yang jelas antara kemauan dan kebutuhan. Ini penting sebab terkadang muslihat dari diri sendiri menyamarkan kemauan menjadi kebutuhan. Padahal sebetulnya bila tidak dituruti pun anda akan baik-baik saja. Membeli baju bermerek mahal sebulan sekali, ialah keinginan. Uang transport keseharian dan beli sepatu ketika sepatu lama telah tak dapat dipakai lagi, ialah kebutuhan. Kamu mesti mulai belajar mengasingkan dua urusan ini.

  1. Mandiri dengan kata lain tidak menggantungkan diri pada orang lain. Masih ragu-ragu ke mana-mana sendiri sebab takut mati gaya?

Bagimu, jalan ke sebuah tempat sendirian ialah ‘big No’. ‘Tengsin’ dong. Nanti orang-orang memandangmu dengan pandangan prihatin sebab kamudirasakan kesepian dan tidak punya teman. Lagipula, nanti tentu akan mati gaya sebab tidak terdapat orang yang dapat diajak bicara. Bilaanda masih remaja, bergantung pada orang lain laksana ini masih dimaklumi. Dengan dalil enggan takjub sendiri, anda selalu menggali teman ke sana-ke mari.

Namun kini anda sudah 26, masih pun takut bakal mati gaya? Apa-apamenantikan ada temannya, layak bila hidupmu tidak maju-maju. Apakahsebab ini pun kamu selalu tak mau mengemukakan pendapatmu, karena anda tidak inginkan berbeda? Menjadi tua tersebut pasti, menjadi dewasatersebut pilihan. Menjadi dewasa, salah satunya dengan teknik berdiri di atas kaki sendiri. Tak ragu ke mana-mana sendiri, ataupun menyampaikan pendapat walau tidak seluruh orang sepakat.

Usia 26 memang membingungkan. Ada hal-hal yang tak cocok dengan ekspektasimu sebelumnya. Ada hal-hal yang mesti anda relakan sebab kenyataannya tak cocok dengan harapan. Ada keadaan bingung yang mestianda atasi sekaligus nikmati, khususnya soal menggali arah hidup sendiri. Ada yang mesti dirapikan dan ada pun yang mesti diburu setengah mati. Usia 26 memang bukan umur di mana anda tahu segalanya. Namun di angka ini, tidak sedikit hal yang mesti anda perbaiki. Banyakurusan yang mesti dicari, karena anda tidak dapat hidup sekadarnyalaksana yang sebelum-sebelumnya.

 

No Comments Categories: Uncategorized